Samosir — Menjaga keamanan di Kabupaten Samosir bukan pekerjaan yang dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan patroli dan penegakan hukum. Di daerah yang menjadi bagian penting dari kawasan pariwisata Danau Toba, kehadiran kepolisian juga dituntut mampu membangun rasa aman, memberikan pelayanan yang cepat, serta memahami karakter masyarakat setempat. Tantangan tersebut kini menjadi bagian dari tanggung jawab AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., yang dipercaya memimpin Polres Samosir sejak awal Januari 2026.
Pergantian kepemimpinan di Polres Samosir ditandai dengan serah terima jabatan dan tradisi farewell parade di Mapolres Samosir. AKBP Rina Tarigan menggantikan AKBP Rina Frillya, S.I.K., dan sejak saat itu mulai menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Samosir. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan semakin luasnya kesempatan bagi Polwan untuk mengemban jabatan strategis dalam organisasi Polri.
Namun, jabatan sebagai Kapolres di daerah wisata memiliki tantangan yang berbeda. Pergerakan masyarakat dan wisatawan dapat meningkat tajam pada akhir pekan maupun momentum tertentu. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan personel dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas, menjaga kawasan wisata, memberikan bantuan kepada wisatawan, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman dan tertib. Dalam situasi seperti ini, kehadiran polisi di lapangan menjadi bagian penting dari wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan membawa pengalaman yang cukup beragam dalam menjalankan tugasnya. Lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tersebut sebelumnya telah menjalani berbagai penugasan di lingkungan Polri. Pengalamannya tidak hanya diperoleh melalui tugas di dalam negeri, tetapi juga melalui penugasan yang berkaitan dengan kerja sama kepolisian internasional. Ia pernah bertugas di Interpol dan terlibat dalam sejumlah kegiatan sebagai bagian dari delegasi Indonesia pada forum internasional.
Pengalaman tersebut memberikan perspektif yang berbeda dalam melihat persoalan keamanan. Interaksi dengan lingkungan kepolisian internasional membuat seorang perwira dituntut memahami pentingnya koordinasi, pertukaran informasi, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai karakter persoalan. Pengalaman itu kini menjadi bagian dari bekal AKBP Rina ketika menghadapi dinamika keamanan di Samosir yang tidak hanya bersentuhan dengan masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah dan negara.
Sebelum dipercaya sebagai Kapolres Samosir, AKBP Rina juga pernah mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Deli Serdang. Pengalaman tersebut memperkuat pemahamannya mengenai pengelolaan lalu lintas dan pelayanan masyarakat di lapangan. Bagi Samosir, kemampuan tersebut menjadi relevan karena sektor pariwisata memiliki hubungan erat dengan mobilitas kendaraan dan manusia, terutama di jalur-jalur yang menjadi akses menuju berbagai kawasan wisata.
Di tengah tugas tersebut, pendekatan humanis menjadi salah satu warna kepemimpinan AKBP Rina. Ia tidak hanya dituntut mampu mengambil tindakan tegas ketika terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga membangun komunikasi dengan anggota dan masyarakat. Ruang komunikasi secara berjenjang menjadi penting untuk memastikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat disampaikan dengan baik. Dengan komunikasi yang terbuka, hubungan antara pimpinan, personel, dan masyarakat diharapkan semakin kuat.
Ada satu aspek lain yang menjadi perhatian, yakni pentingnya memahami kebudayaan masyarakat setempat. Samosir memiliki akar budaya Batak Toba yang kuat dan menjadi bagian dari daya tarik kawasan tersebut. AKBP Rina yang bermarga Tarigan menyatakan komitmennya untuk terus mendalami adat istiadat dan kebudayaan Batak Toba. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pendekatan persuasif dalam membangun hubungan dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat. Dari pengalaman internasional hingga tugas di Pulau Samosir, kepemimpinan AKBP Rina kini diuji untuk menghadirkan kepolisian yang bukan hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir lebih awal untuk mencegah, melayani, mendengar, dan menjaga rasa aman masyarakat.


