Medan — Cita-cita untuk mengenakan seragam pendidikan kedinasan dan mengabdikan diri kepada negara kembali memiliki ruang untuk diwujudkan. Tahun 2026, kesempatan tersebut terbuka melalui seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas). Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 30 Agustus 2026, sehingga calon peserta perlu memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mempersiapkan seluruh persyaratan.
Kesempatan ini diperuntukkan bagi generasi muda, khususnya lulusan SLTA atau sederajat, yang memiliki tekad untuk melanjutkan pendidikan dalam bidang keimigrasian maupun pemasyarakatan. Menjadi Taruna atau Taruni bukan sekadar mengejar pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan kesiapan untuk menjalani proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kemampuan fisik, mental serta tanggung jawab sebagai calon insan pengayoman.
Poltekimipas menawarkan sejumlah pilihan pendidikan yang dapat disesuaikan dengan minat calon peserta. Terdapat enam Program Studi Diploma IV, yakni Teknik Pemasyarakatan, Manajemen Pemasyarakatan, Bimbingan Kemasyarakatan, Hukum Keimigrasian, Administrasi Keimigrasian, dan Manajemen Teknologi Keimigrasian. Peserta perlu menentukan pilihan secara cermat karena setiap calon hanya diperkenankan memilih satu program studi.
Perjalanan menuju pendidikan kedinasan tersebut tidak berhenti pada tahap pendaftaran. Para peserta harus melewati serangkaian proses seleksi yang menguji berbagai kemampuan. Tahapannya mencakup seleksi administrasi dan masa sanggah, Seleksi Kompetensi Dasar menggunakan CAT-BKN, pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik, tes kesamaptaan, psikologi, serta wawancara dan keterampilan.
Karena itu, persiapan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Calon peserta sebaiknya memastikan dokumen administrasi telah lengkap dan mudah dibaca sebelum diunggah. Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan di antaranya e-KTP, ijazah, akta kelahiran, SKCK, surat kesehatan, surat pernyataan, persetujuan orang tua atau wali, serta pas foto sesuai ketentuan.
Selain persiapan administrasi, calon Taruna dan Taruni juga perlu memperhatikan kesiapan fisik. Tahapan kesamaptaan menjadi salah satu bagian seleksi yang membutuhkan kondisi tubuh prima. Begitu pula dengan tes psikologi dan wawancara yang membutuhkan kesiapan mental, kemampuan berkomunikasi serta pemahaman terhadap motivasi mengikuti pendidikan kedinasan.
Hal yang juga perlu menjadi perhatian masyarakat adalah prinsip pelaksanaan seleksi. Calon peserta diimbau tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan bantuan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Seleksi dilakukan secara gratis, sehingga segala bentuk praktik percaloan atau janji kelulusan melalui jalur tertentu patut diwaspadai. Peserta hendaknya mengandalkan kemampuan sendiri dan mengikuti seluruh tahapan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Dengan pendaftaran yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026, kesempatan tersebut sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja oleh mereka yang benar-benar memiliki cita-cita menjadi Taruna atau Taruni. Informasi mengenai persyaratan dan dokumen dapat dipantau melalui portal pendaftaran yang tercantum dalam materi sosialisasi, yakni catar.kemenimipas.go.id. Bagi generasi muda yang siap belajar, disiplin dan mengabdi, langkah besar menuju masa depan dapat dimulai dari keberanian untuk mendaftar dan mengikuti proses dengan jujur. Seragam boleh menjadi impian, tetapi integritas adalah modal utama untuk menjalaninya.


